Misi Hijau di Negeri Tirai Bambu: Indonesia Gandeng Raksasa Longi Demi Revolusi Energi Surya

Reporter Nasional | LajuBerita
15 Apr 2026, 18:17 WIB
Misi Hijau di Negeri Tirai Bambu: Indonesia Gandeng Raksasa Longi Demi Revolusi Energi Surya

LajuBerita — Pemerintah Indonesia kian serius dalam menancapkan taji di kancah energi terbarukan global. Langkah nyata ini ditunjukkan oleh Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Rosan Roeslani, yang melakukan kunjungan strategis ke fasilitas produksi milik raksasa energi surya dunia, Longi Green Energy Technology, di Tiongkok.

Kedatangan Rosan disambut hangat oleh Chairman Longi Green Energy Technology, Baoshen Zhong. Kunjungan ini bukan sekadar seremoni biasa, melainkan langkah diplomasi ekonomi untuk mengintip kecanggihan teknologi yang dimiliki oleh Longi. Dalam pengamatannya, Rosan mengakui bahwa fasilitas yang dimiliki perusahaan tersebut merupakan salah satu yang terbaik di dunia dan sejalan dengan visi transformasi energi nasional.

Berita Lainnya

Polemik Aturan SLIK Baru: Bos BTN Tegaskan Kelayakan KPR Tetap Jadi Wewenang Bank

Polemik Aturan SLIK Baru: Bos BTN Tegaskan Kelayakan KPR Tetap Jadi Wewenang Bank

Memperkuat Ekosistem Energi Terbarukan

Menurut Rosan, penguatan sektor energi surya kini menjadi prioritas utama pemerintah dalam mendorong bauran energi baru terbarukan (EBT). Melalui akun media sosial pribadinya, ia menegaskan bahwa kolaborasi dengan pemain besar dunia seperti Longi akan membantu Indonesia memosisikan diri dalam rantai pasok global.

“Kami berharap ini menjadi bagian dari transformasi energi nasional sekaligus memperkuat posisi Indonesia dalam ekosistem industri energi terbarukan global,” ungkap Rosan, yang kini juga menjabat sebagai CEO Badan Pengelola Investasi Danantara.

Fokus pada Hilirisasi dan Teknologi Fotovoltaik

Selain meninjau fasilitas produksi, pertemuan ini juga membuka pintu lebar bagi berbagai peluang kerja sama strategis. Beberapa poin krusial yang dibahas meliputi:

Berita Lainnya

Komitmen BNI dan Intervensi Sufmi Dasco: Akhir Bahagia Kasus Dana Gereja Aek Nabara Rp 28 Miliar

Komitmen BNI dan Intervensi Sufmi Dasco: Akhir Bahagia Kasus Dana Gereja Aek Nabara Rp 28 Miliar
  • Pengembangan teknologi fotovoltaik mutakhir untuk efisiensi panel surya.
  • Peningkatan kapasitas manufaktur domestik agar Indonesia mampu memproduksi komponen secara mandiri.
  • Integrasi rantai pasok global guna mendukung program hilirisasi industri yang tengah gencar dijalankan pemerintah.

Rosan optimis bahwa sinergi ini akan memberikan dampak positif yang berkelanjutan bagi perekonomian Indonesia. Dengan adanya transfer teknologi dan investasi energi yang masif, Indonesia diharapkan tidak hanya menjadi pasar, tetapi juga pemain kunci dalam industri energi hijau di masa depan.

Kunjungan ini menandai babak baru dalam hubungan bilateral Indonesia-China di sektor lingkungan, mempertegas komitmen kedua negara dalam menghadapi tantangan perubahan iklim global melalui inovasi teknologi yang ramah lingkungan.

Berita Lainnya

Ekspansi Masif Merdeka Gold di Gorontalo: Prospek Kolokoa Incar Cadangan Hingga 40 Juta Ton

Ekspansi Masif Merdeka Gold di Gorontalo: Prospek Kolokoa Incar Cadangan Hingga 40 Juta Ton
Reporter Nasional

Reporter Nasional

Mengulas berita politik dan sosial dari berbagai daerah di Indonesia.

Lihat semua artikel →

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *