Menghadapi Kompleksitas Hukum Digital, Ibas Ajak Mahasiswa Jadi Garda Depan Perubahan

Redaksi LajuBerita | LajuBerita
13 Apr 2026, 22:46 WIB
Menghadapi Kompleksitas Hukum Digital, Ibas Ajak Mahasiswa Jadi Garda Depan Perubahan

LajuBerita — Di tengah pusaran disrupsi teknologi dan dinamika geopolitik global yang kian tak menentu, kolaborasi antara institusi negara dan kalangan akademisi kini menjadi urgensi yang tak terelakkan. Wakil Ketua MPR RI, Edhie Baskoro Yudhoyono, yang akrab disapa Ibas, menekankan pentingnya sinergi kuat antara lembaga pemerintah dan mahasiswa untuk menjawab berbagai tantangan hukum kontemporer yang semakin pelik.

Menurut Ibas, wajah hukum dunia saat ini sedang mengalami transformasi besar. Masalahnya bukan lagi sekadar urusan domestik, melainkan sudah merambah ke ranah internasional, konflik global, hingga digitalisasi yang bergerak secepat kilat. Ia menyoroti bagaimana kehadiran kecerdasan buatan (AI) membawa paradoks: satu sisi menawarkan efisiensi, di sisi lain menghadirkan ancaman serius seperti kejahatan siber dan kerentanan data pribadi.

Berita Lainnya

Manuver Mengejutkan Utusan Trump: Usul Italia Gantikan Iran di Piala Dunia demi Diplomasi Sepak Bola

Manuver Mengejutkan Utusan Trump: Usul Italia Gantikan Iran di Piala Dunia demi Diplomasi Sepak Bola

Kedaulatan Data di Era Kecerdasan Buatan

“Siapa yang menguasai data, mereka yang akan menguasai dunia,” tegas Ibas dalam pernyataan resminya di Jakarta. Kalimat ini menjadi peringatan bahwa perlindungan terhadap informasi digital bukan lagi sekadar pilihan, melainkan sebuah keharusan bagi kedaulatan bangsa. Ia melihat bahwa regulasi yang ada harus mampu beradaptasi dengan kecepatan inovasi agar rakyat tetap terlindungi di ruang siber.

Dalam kaitan ini, Ibas memaparkan bahwa parlemen terus berupaya menjalankan tiga fungsi utamanya secara optimal, yakni legislasi, pengawasan, dan anggaran. Tujuannya hanya satu: memastikan kebijakan yang diambil bermuara pada kesejahteraan rakyat. Namun, ia tidak menampik bahwa jalan menuju ke sana penuh dengan kerikil tajam, mulai dari kompleksitas proses pembuatan undang-undang hingga dinamika tekanan politik yang tinggi.

Berita Lainnya

Transformasi Pasar Tradisional Surabaya: Menjahit Kembali Nadi Perdagangan di Tengah Modernisasi Kota

Transformasi Pasar Tradisional Surabaya: Menjahit Kembali Nadi Perdagangan di Tengah Modernisasi Kota

Mahasiswa Sebagai Mitra Strategis Kebijakan Publik

Lebih lanjut, Ibas mengajak dunia pendidikan untuk aktif terlibat melalui implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi. Baginya, mahasiswa tidak boleh hanya duduk diam sebagai penonton di tengah perubahan zaman. Sebaliknya, mereka harus menjadi mitra strategis yang mengawal setiap kebijakan publik dengan cara yang kritis sekaligus konstruktif.

“Katakan baik jika itu memang baik, katakan tidak jika itu salah, dan dorong perbaikan jika memang ada hal yang perlu disempurnakan,” imbuhnya. Semangat objektivitas inilah yang diharapkan mampu membawa perubahan nyata bagi sistem hukum di Indonesia.

Menutup orasinya, Ibas menekankan bahwa perubahan besar selalu dimulai dari langkah kecil dalam diri sendiri. Ia mendorong generasi muda untuk menjaga optimisme dan menanamkan rasa cinta tanah air yang kuat. Menurutnya, masa depan Indonesia yang adil dan makmur sangat bergantung pada integritas anak muda saat ini. “Mahasiswa adalah kekuatan, bukan nanti, tapi sekarang,” pungkasnya dengan penuh semangat.

Berita Lainnya

Rangkuman Kriminalitas Ibu Kota: Dari Investigasi ‘Human Error’ Tragedi KRL Bekasi hingga Polemik Hukum Andrie Yunus

Rangkuman Kriminalitas Ibu Kota: Dari Investigasi ‘Human Error’ Tragedi KRL Bekasi hingga Polemik Hukum Andrie Yunus
Redaksi LajuBerita

Redaksi LajuBerita

Tim redaksi LajuBerita mengkurasi dan menulis berita terbaru dari berbagai sumber terpercaya di Indonesia.

Lihat semua artikel →

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *