Strategi Jitu Urban Tourism: Hendry Munief Desak Sinergi Pusat-Daerah Demi Dongkrak Ekonomi Lokal
LajuBerita — Wajah pariwisata Indonesia kini tak lagi sekadar tentang alam dan pantai, melainkan juga tentang bagaimana denyut nadi perkotaan bisa bertransformasi menjadi magnet wisatawan. Menyadari potensi besar tersebut, Anggota Komisi VII DPR RI, Hendry Munief, secara tegas mendorong adanya kolaborasi yang lebih erat antara pemerintah pusat dan daerah untuk menyeriusi konsep urban tourism sebagai mesin baru penggerak ekonomi nasional.
Dalam rangkaian kunjungan kerjanya di Kota Tangerang, Banten, baru-baru ini, Hendry menyoroti bagaimana lanskap perkotaan di berbagai penjuru tanah air mulai menunjukkan geliat pariwisata yang menarik. Namun sayangnya, potensi tersebut dinilai masih berjalan sendiri-sendiri, belum terintegrasi, dan jauh dari kata optimal dalam pengelolaannya.
Warning dari Komisi Yudisial: Ratusan Pendaftar Calon Hakim Agung Belum Lengkapi Berkas, Deadline Menanti!
Pentingnya Integrasi dan Visi yang Selaras
Menurut Hendry, kota-kota besar seperti Tangerang maupun Pekanbaru memiliki modal yang kuat untuk menjadi destinasi wisata urban yang mumpuni. Namun, tantangan utama yang dihadapi saat ini adalah minimnya arahan yang terstruktur dan kolaborasi yang nyata antara pemangku kebijakan. Ia berharap Kementerian Pariwisata dapat merangkul pemerintah daerah (Pemda) untuk merumuskan langkah strategis dalam mematangkan konsep wisata perkotaan ini.
“Kita membutuhkan perencanaan yang terpadu. Peran pemerintah pusat sangat krusial dalam menyusun kebijakan besar yang mampu mendorong sinergi lintas daerah. Tanpa kolaborasi, potensi besar ini hanya akan menjadi rencana di atas kertas,” ujar Hendry dalam keterangan resminya yang diterima LajuBerita.
Aksi Nekat Penumpang Tahan Pintu Whoosh di Stasiun Padalarang, KCIC: Keselamatan Adalah Prioritas Utama
Inovasi Melalui Konsep Sister City
Salah satu terobosan yang diusulkan oleh legislator ini adalah pemanfaatan konsep sister city atau kota kembar. Melalui skema ini, proses transfer pengetahuan, pengalaman, serta praktik terbaik antar kota di Indonesia dapat berjalan lebih cepat. Hendry memberikan ilustrasi sederhana: Kota Tangerang dan Kota Pekanbaru bisa menjadi mitra sister city, di mana inovasi yang telah sukses diterapkan di satu kota dapat diadaptasi dan diimplementasikan di kota lainnya.
Lebih jauh, ia pun melirik keberhasilan dunia internasional. Kota-kota seperti Incheon di Korea Selatan dan Sepang di Malaysia menjadi bukti nyata bagaimana infrastruktur yang matang dan aksesibilitas yang tinggi mampu menyulap kawasan dekat bandara menjadi pusat pariwisata yang ikonik. Keberhasilan mereka, menurut Hendry, terletak pada integrasi total antara kemudahan akses, fasilitas publik, dan daya tarik wisata yang dikelola secara profesional.
Ambisi Raksasa Bitmine Immersion: Amankan 4,87 Juta Token ETH dan Perkuat Dominasi Treasury Kripto Global
Empat Pilar Utama Urban Tourism
Guna mewujudkan ekosistem pariwisata kota yang berkelanjutan, Hendry menekankan empat indikator utama yang harus dipenuhi oleh pemerintah daerah:
- Atraksi Unik: Memiliki ciri khas yang tidak ditemukan di daerah lain.
- Aksesibilitas Tinggi: Kemudahan bagi wisatawan untuk menjangkau destinasi tersebut.
- Amenitas Lengkap: Ketersediaan akomodasi seperti hotel, restoran, dan fasilitas penunjang lainnya.
- Keterlibatan Komunitas: Melibatkan masyarakat lokal agar dampak ekonominya terasa langsung di akar rumput.
Melalui penguatan kolaborasi yang terarah, diharapkan sektor ekonomi daerah akan mendapat suntikan energi baru. Dengan demikian, urban tourism tidak hanya menjadi pelengkap, melainkan motor utama yang meningkatkan daya saing pariwisata Indonesia di kancah global.
Membongkar ‘Kusut Masai’ Hukum Militer: Ahli Desak Mahkamah Konstitusi Segera Lakukan Reformasi