Kisah Manis Sri Haryadi: Membangun Kooe.id dari Sela WFH hingga Sukses di Bawah Naungan Rumah BUMN Jakarta

Reporter Nasional | LajuBerita
25 Mei 2026, 00:49 WIB
Kisah Manis Sri Haryadi: Membangun Kooe.id dari Sela WFH hingga Sukses di Bawah Naungan Rumah BUMN Jakarta

LajuBerita — Pandemi COVID-19 yang melanda dunia pada awal 2020 silam memang meninggalkan banyak catatan kelam, namun bagi sebagian orang, masa-masa sulit tersebut justru menjadi katalisator perubahan hidup yang luar biasa. Salah satu cerita inspiratif itu datang dari Sri Haryadi, seorang pria yang berhasil menyulap kebosanan di masa work from home (WFH) menjadi sebuah bisnis kuliner yang kini berkembang pesat di bawah bendera Kooe.id.

Siang itu, di tengah hiruk-pikuk Jalan Utan Kayu Raya, Matraman, Jakarta Timur, Sri Haryadi tampak sibuk melayani pelanggan di kiosnya yang strategis, tepat di belakang SPBU COCO Pramuka. Di balik lemari pendingin yang tertata rapi, berjejer produk-produk andalannya yang tampak menyegarkan. Kepada tim LajuBerita, Sri menceritakan bagaimana roda nasib membawanya dari seorang karyawan kantoran menjadi pemilik UMKM yang sukses bertransformasi di era digital.

Berita Lainnya

Guncangan Krisis Energi: Strategi Berani PM Modi Ajak Rakyat India Perketat Ikat Pinggang demi Selamatkan Ekonomi

Guncangan Krisis Energi: Strategi Berani PM Modi Ajak Rakyat India Perketat Ikat Pinggang demi Selamatkan Ekonomi

Berawal dari Kebosanan dan Percobaan di Dapur

Kisah ini bermula saat kebijakan WFH diberlakukan oleh kantor tempat Sri bekerja dahulu. Selama tiga bulan penuh, ia harus menghabiskan waktu di rumah demi mematuhi protokol kesehatan. Namun, alih-alih hanya berdiam diri, Sri memilih untuk mengisi kekosongan waktu setelah menyelesaikan tugas kantornya dengan mengeksplorasi dunia digital.

“Waktu pandemi itu saya masih aktif bekerja. Karena ada jadwal WFH selama tiga bulan, saya mulai mencari kesibukan lain agar tidak jenuh,” kenang Sri dengan raut wajah antusias. Awalnya, ia mencoba peruntungan di bidang tanaman hias yang saat itu memang sedang naik daun. Namun, setelah beberapa waktu berjalan, ia merasa bahwa gairahnya bukan di sana.

Berita Lainnya

Langkah Strategis PT DSI: Menakar Ambisi BUMN Ekspor yang Baru Memiliki Satu Karyawan

Langkah Strategis PT DSI: Menakar Ambisi BUMN Ekspor yang Baru Memiliki Satu Karyawan

Berbekal hobinya yang gemar mencicipi makanan manis, Sri pun mulai banting setir. Ia menghabiskan berjam-jam menonton tutorial di YouTube untuk mempelajari cara membuat dessert atau camilan manis. Pilihan pertamanya jatuh pada puding regal, sebuah menu sederhana namun memiliki pasar yang luas.

Nama Kooe.id: Sebuah Pesan untuk Konsumen

Setelah merasa resepnya cukup mumpuni, Sri mulai menawarkan puding buatannya kepada rekan-rekan terdekat. Respons yang ia terima sangat positif. Pujian “enak” yang terlontar dari teman-temannya menjadi modal kepercayaan diri bagi Sri. Saat jadwal masuk kantor kembali normal, ia kerap membawa puding buatannya untuk dibagikan secara cuma-cuma. Dari sinilah saran-saran untuk mulai berjualan secara serius bermunculan.

Berita Lainnya

Sinyal Bahaya! Gelombang PHK Massal Hantui Industri Nasional dalam 3 Bulan ke Depan

Sinyal Bahaya! Gelombang PHK Massal Hantui Industri Nasional dalam 3 Bulan ke Depan

Sri akhirnya memutuskan untuk mulai berjualan dengan sistem pre-order (PO). Awalnya ia menjual dalam ukuran loyang besar sebelum akhirnya beralih ke kemasan sekali makan yang lebih praktis. Namun, titik balik sesungguhnya terjadi pada tahun 2022 ketika ia memutuskan untuk pensiun dini dan fokus sepenuhnya pada UMKM miliknya.

Mengenai nama brand, Sri memiliki filosofi tersendiri. Nama “Kooe.id” diambil dari bahasa Jawa “kowe” yang berarti “kamu”. “Filosofinya sederhana, ini adalah kue untuk kamu. Saya ingin setiap pelanggan merasa spesial saat menikmati produk kami,” jelasnya. Dengan bantuan teman-temannya dalam pembuatan logo dan pemilihan nama, Kooe.id pun resmi meluncur ke pasar.

Rumah BUMN Jakarta: Gerbang Menuju Transformasi

Perjalanan Sri tidak berhenti di situ. Ia menyadari bahwa untuk bisa “naik kelas”, ia tidak bisa berjalan sendirian. Pada pertengahan tahun 2025, langkah besar diambilnya dengan bergabung menjadi bagian dari Rumah BUMN Jakarta yang dikelola oleh BRI. Ketertarikannya bermula saat melihat status WhatsApp seorang teman yang mengikuti bazar undangan dari bank tersebut.

Berita Lainnya

Strategi Pertamina Amankan Stok BBM Nasional di Tengah Memanasnya Konflik Timur Tengah

Strategi Pertamina Amankan Stok BBM Nasional di Tengah Memanasnya Konflik Timur Tengah

“Saya datang langsung ke Rumah BUMN di Slipi, Jakarta Barat. Ternyata sambutannya sangat baik. Saya bahkan membawa produk contoh seperti air kelapa murni dan puding untuk meyakinkan mereka bahwa produk saya layak untuk dibina,” ujar Sri. Keberaniannya membuahkan hasil, Sri pun resmi terdaftar sebagai anggota binaan.

Di Rumah BUMN Jakarta inilah Sri mendapatkan banyak sekali ilmu baru. Mulai dari manajemen keuangan, teknik pengemasan yang lebih profesional, hingga strategi pemasaran digital. Ia mengaku sangat rajin mengikuti kelas pelatihan yang diadakan, bahkan bisa dua kali dalam seminggu, menyesuaikan dengan kurikulum yang ditawarkan.

Kekuatan Kolaborasi Antar-Pelaku Usaha

Salah satu manfaat terbesar yang dirasakan Sri setelah bergabung dengan ekosistem Rumah BUMN adalah jaringan pertemanan antar-pelaku UMKM. Di sini, persaingan bisnis berubah menjadi kolaborasi yang saling menguntungkan. Sri menceritakan sebuah pengalaman menarik saat ia mendapatkan pesanan besar yang tidak sanggup ia tangani sendiri.

“Waktu itu ada pesanan bubur sumsum dan buko pandan dalam jumlah ratusan porsi. Karena saya belum punya menu itu dan kapasitas produksi terbatas, saya berkolaborasi dengan teman UMKM lain di Rumah BUMN. Kami sudah saling kenal produk dan kualitasnya, jadi saya tidak ragu merekomendasikan mereka kepada pelanggan saya,” ungkapnya. Sinergi semacam ini menurut Sri adalah fungsi nyata dari wadah yang disediakan oleh BRI.

Produk Kooe.id kini semakin beragam. Jika dulu hanya fokus pada puding, kini pelanggannya bisa menikmati Mango Sago yang menjadi primadona, air kelapa murni botolan yang telah terjual ribuan unit, es teler segar, hingga inovasi terbaru berupa berbagai jenis sambal kemasan. Pemasarannya pun telah merambah ke berbagai platform seperti Instagram dan WhatsApp, hingga sering kali mendapatkan pesanan dari perusahaan-perusahaan besar untuk acara internal mereka.

Dukungan BRI dalam Memajukan Ekonomi Nasional

Kesuksesan Sri Haryadi tak lepas dari peran aktif BRI melalui Rumah BUMN Jakarta. Jajang Rohmana, selaku Koordinator Rumah BUMN Jakarta, menjelaskan bahwa BRI saat ini mengelola 54 Rumah BUMN di seluruh Indonesia. Tujuannya jelas: membentuk ekosistem ekonomi digital yang mandiri dan berkelanjutan bagi para pelaku UMKM.

“Kami berkomitmen untuk membantu UMKM naik kelas. Melalui Rumah BUMN, para pelaku usaha mendapatkan pelatihan gratis untuk mempertajam skill kewirausahaan, pendampingan digital, hingga akses permodalan dan jejaring pasar yang lebih luas,” kata Jajang. Menurutnya, keberhasilan pelaku usaha seperti Sri Haryadi menjadi energi bagi tim Rumah BUMN untuk terus memberikan yang terbaik.

Kini, Kooe.id bukan lagi sekadar proyek sampingan di sela-sela WFH. Ia telah menjelma menjadi unit usaha yang mapan dengan pangsa pasar yang terus meluas. Kisah Sri Haryadi adalah bukti nyata bahwa dengan kemauan untuk belajar, keberanian untuk mencoba hal baru, dan dukungan dari ekosistem yang tepat, siapa pun bisa meraih kesuksesan di dunia wirausaha.

Bagi Anda yang ingin mencicipi manisnya kesuksesan ala Kooe.id, atau mungkin ingin mengikuti jejak Sri Haryadi dalam mengembangkan usaha, pintu Rumah BUMN selalu terbuka untuk kolaborasi. Karena pada akhirnya, pertumbuhan ekonomi nasional bermula dari penguatan unit-unit terkecil di masyarakat, yakni para pejuang UMKM.

Reporter Nasional

Reporter Nasional

Mengulas berita politik dan sosial dari berbagai daerah di Indonesia.

Lihat semua artikel →

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *