Brantas Abipraya Dorong Standar Global, Ratusan Tenaga Kerja Proyek Sekolah Rakyat Lampung Resmi Tersertifikasi

Reporter Nasional | LajuBerita
29 Mei 2026, 10:47 WIB
Brantas Abipraya Dorong Standar Global, Ratusan Tenaga Kerja Proyek Sekolah Rakyat Lampung Resmi Tersertifikasi

LajuBerita — Dalam upaya memperkuat fondasi pendidikan nasional melalui infrastruktur yang mumpuni, PT Brantas Abipraya (Persero) mengambil langkah konkret untuk memastikan setiap detail pembangunan dikerjakan oleh tangan-tangan ahli. Berkolaborasi dengan Balai Jasa Konstruksi Wilayah (BJKW) II Palembang di bawah naungan Kementerian Pekerjaan Umum (PU), perusahaan BUMN konstruksi terkemuka ini sukses menyelenggarakan agenda Sertifikasi Tenaga Kerja Konstruksi Strategis Jenjang 1-3. Kegiatan ini difokuskan pada para pejuang lapangan yang tengah berjibaku dalam Proyek Pembangunan Sekolah Rakyat di Provinsi Lampung untuk Tahun Anggaran 2026.

Perhelatan yang berlangsung secara langsung di lokasi proyek (onsite) pada 21 Mei 2026 ini bukan sekadar seremoni administratif. Sebanyak 300 tenaga kerja konstruksi mengikuti proses uji kompetensi dengan antusiasme tinggi. Langkah ini diambil sebagai bagian dari visi besar pemerintah untuk meningkatkan kapasitas dan daya saing sumber daya manusia di sektor infrastruktur pendidikan agar selaras dengan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI).

Berita Lainnya

BGN Bongkar Kedok ‘Alasan Klasik’ Pelanggaran Dapur MBG: Dari Pura-Pura Lupa Hingga Masalah Sanitasi Kronis

BGN Bongkar Kedok ‘Alasan Klasik’ Pelanggaran Dapur MBG: Dari Pura-Pura Lupa Hingga Masalah Sanitasi Kronis

Komitmen Mewujudkan Kualitas Bangunan yang Paripurna

Pembangunan Sekolah Rakyat bukan hanya soal mendirikan dinding dan atap, melainkan membangun masa depan generasi bangsa. Oleh karena itu, PT Brantas Abipraya (Persero) menyadari bahwa kualitas material yang premium harus diimbangi dengan keahlian tenaga kerja yang tersertifikasi. Program ini juga menjadi pilar pendukung bagi percepatan Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) yang menjadi agenda prioritas pemerintah saat ini.

Sekretaris Perusahaan PT Brantas Abipraya (Persero), Dian Sovana, menegaskan bahwa sertifikasi ini adalah bentuk proteksi kualitas bagi masyarakat. “Kami di Brantas Abipraya memegang prinsip bahwa keberhasilan sebuah mahakarya konstruksi tidak hanya bersandar pada teknologi canggih, tetapi juga pada integritas dan kompetensi individu di lapangan. Melalui sertifikasi ini, kami berkomitmen menghadirkan bangunan berkualitas yang aman, nyaman, dan berkelanjutan bagi anak-anak di Lampung,” ungkap Dian dalam pernyataan resminya.

Berita Lainnya

BEI Soroti Dominasi Saham di 9 Emiten Raksasa, Instruksi Benahi Struktur Kepemilikan Segera Dirilis

BEI Soroti Dominasi Saham di 9 Emiten Raksasa, Instruksi Benahi Struktur Kepemilikan Segera Dirilis

Dian menambahkan bahwa proyek Sekolah Rakyat memiliki dimensi sosial yang sangat luas. Dengan tenaga kerja yang kompeten, risiko kegagalan struktur dapat diminimalisir, sementara efisiensi waktu dan ketepatan biaya dapat terjaga secara optimal. Hal ini sangat krusial mengingat proyek ini masuk dalam kategori strategis nasional yang dipantau ketat progresnya.

Spektrum Keahlian yang Diuji dalam Sertifikasi Onsite

Para peserta yang mengikuti sertifikasi berasal dari berbagai lini spesialisasi yang krusial dalam rantai pembangunan gedung. Keberagaman profil peserta menunjukkan betapa kompleksnya ekosistem yang dibangun oleh PT Brantas Abipraya di Lampung. Beberapa bidang pekerjaan yang menjalani proses asesmen antara lain:

  • Kepala Tukang Bangunan Gedung yang bertugas memimpin teknis di lapangan.
  • Mandor Konstruksi Bangunan Gedung sebagai pengawas kualitas kerja.
  • Tukang Besi Beton yang memastikan kekuatan struktur tulang bangunan.
  • Tukang Kayu Konstruksi dan Tukang Pasang Rangka Baja Ringan untuk aspek arsitektural dan atap.
  • Tukang Pasang Ubin, Keramik, serta Tukang Cat untuk sentuhan akhir (finishing) yang estetis.

Metode sertifikasi onsite sengaja dipilih untuk memberikan gambaran nyata atas kemampuan peserta. Para asesor dapat melihat langsung bagaimana para tukang dan mandor mengaplikasikan teori ke dalam praktik di lapangan tanpa harus meninggalkan kewajiban profesional mereka di proyek. Hal ini membuktikan bahwa efisiensi dan peningkatan kualitas SDM bisa berjalan beriringan.

Berita Lainnya

Dorong Ketahanan Pangan, Bank Indonesia Siapkan Karpet Merah Insentif GWM bagi Perbankan yang Ekspansif ke UMKM

Dorong Ketahanan Pangan, Bank Indonesia Siapkan Karpet Merah Insentif GWM bagi Perbankan yang Ekspansif ke UMKM

Konstruksi sebagai Tulang Punggung Ekonomi Nasional

Di sisi lain, Plt. Direktur Jenderal Bina Konstruksi Kementerian Pekerjaan Umum, Indro Pantja Pramodo, menyoroti peran vital sektor konstruksi terhadap stabilitas ekonomi Indonesia. Berdasarkan data makro, sektor ini menyumbang angka yang signifikan, yakni sebesar 10,96 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional. Lebih dari itu, industri ini menjadi tumpuan hidup bagi sekitar 8,5 juta tenaga kerja di seluruh pelosok negeri.

“Peningkatan kompetensi tenaga kerja bukan lagi sebuah pilihan, melainkan keharusan untuk memastikan pembangunan nasional berjalan di jalur yang benar. Sertifikasi adalah jaminan mutu. Sesuai dengan amanat Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2017 tentang Jasa Konstruksi, legalitas kompetensi adalah wajib bagi setiap tenaga kerja,” tegas Indro. Ia mengapresiasi sinergi yang terjalin antara BJKW II Palembang dengan BUMN Konstruksi seperti Brantas Abipraya yang proaktif menjemput bola ke lapangan.

Berita Lainnya

Bukan Sekadar Klaim di Atas Kertas, Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa Ungkap Fakta Pertumbuhan Ekonomi RI 5,61 Persen

Bukan Sekadar Klaim di Atas Kertas, Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa Ungkap Fakta Pertumbuhan Ekonomi RI 5,61 Persen

Menurut Indro, Sekolah Rakyat adalah instrumen negara untuk mencetak SDM unggul. Maka, proses pembangunannya pun harus dilakukan oleh orang-orang unggul. Kolaborasi ini dianggap sebagai model ideal dalam mempercepat pemenuhan kebutuhan tenaga kerja tersertifikasi di Indonesia yang jumlahnya masih perlu terus ditingkatkan.

Menyongsong Kebutuhan Tenaga Kerja Tahun 2026

Proyeksi pembangunan infrastruktur di tahun 2026 diperkirakan akan menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar. Berdasarkan data dari Kementerian PU, total dukungan yang dibutuhkan mencapai 37.356 tenaga kerja konstruksi. Angka tersebut mencakup 754 tenaga ahli, 2.676 teknisi, dan 33.926 operator. Khusus untuk sektor Prasarana Strategis, di mana Sekolah Rakyat berada, kebutuhan diproyeksikan mencapai 13.522 personel.

Kesenjangan antara kebutuhan industri dan jumlah tenaga kerja tersertifikasi inilah yang coba dijembatani oleh Brantas Abipraya. Dengan melakukan sertifikasi masif seperti di Lampung, perusahaan turut membantu pemerintah dalam menciptakan standar industri yang lebih sehat. Tenaga kerja yang memiliki sertifikat resmi cenderung memiliki daya tawar lebih tinggi dan kesadaran akan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) yang lebih baik.

“Kami ingin setiap individu yang bekerja di proyek Brantas Abipraya merasa bangga karena keahlian mereka diakui secara nasional. Ini adalah investasi jangka panjang, bukan hanya untuk perusahaan, tetapi juga untuk karier para pekerja itu sendiri,” imbuh Dian Sovana.

Menuju Indonesia Emas 2045 melalui Infrastruktur Pendidikan

Pembangunan Sekolah Rakyat di Lampung menjadi bagian kecil dari mozaik besar persiapan menuju Indonesia Emas 2045. Melalui infrastruktur pendidikan yang kokoh dan dikerjakan secara profesional, diharapkan proses belajar mengajar dapat berlangsung secara optimal. Lingkungan sekolah yang aman dan terbangun dengan standar teknis yang tinggi akan memberikan rasa tenang bagi para guru dan siswa.

Brantas Abipraya berkomitmen untuk terus konsisten di jalur ini. Tidak hanya berhenti di Lampung, program serupa diharapkan dapat direplikasi di proyek-proyek strategis lainnya di seluruh Indonesia. Dengan SDM Konstruksi yang profesional, kompeten, dan memiliki daya saing global, Indonesia siap menunjukkan taringnya di kancah internasional dalam hal pembangunan infrastruktur berkelanjutan.

Langkah nyata PT Brantas Abipraya (Persero) ini membuktikan bahwa peran BUMN tidak hanya sebatas membangun fisik, tetapi juga membangun manusia. Sertifikasi tenaga kerja adalah kunci pembuka gerbang kemajuan, memastikan bahwa setiap rupiah investasi negara berbuah fasilitas publik yang tangguh dan bisa dinikmati oleh generasi mendatang.

Reporter Nasional

Reporter Nasional

Mengulas berita politik dan sosial dari berbagai daerah di Indonesia.

Lihat semua artikel →

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *