Strategi Agresif Emiten: UNTR Siap Guyur Dividen Rp5,9 Triliun, TLDN Bidik Ekspansi Masif di 2026

Reporter Nasional | LajuBerita
17 Apr 2026, 08:47 WIB
Strategi Agresif Emiten: UNTR Siap Guyur Dividen Rp5,9 Triliun, TLDN Bidik Ekspansi Masif di 2026

LajuBerita — Dinamika pasar modal Indonesia tengah menunjukkan pergerakan yang cukup kontras. Di tengah kondisi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang bergerak mendatar, sejumlah emiten raksasa justru memberikan kejutan bagi para investor melalui kebijakan dividen yang royal hingga rencana ekspansi jangka panjang yang ambisius.

IHSG Terjebak Stagnasi di Tengah Sentimen Global

Laju IHSG pada penutupan perdagangan Kamis lalu berakhir di zona merah tipis, terkoreksi 0,03% ke level 7.621,38. Meski sempat mendapatkan napas dari penguatan saham-saham seperti TLKM dan BFIN, tekanan dari sektor infrastruktur rupanya masih cukup berat untuk diredam. Hal ini diperparah dengan aksi jual bersih (net sell) investor asing yang mencapai Rp1,01 triliun di pasar reguler.

Berita Lainnya

Rupiah Kian Terjepit, Dolar AS Tembus Rekor Baru Rp 17.134 di Perdagangan Pagi

Rupiah Kian Terjepit, Dolar AS Tembus Rekor Baru Rp 17.134 di Perdagangan Pagi

Menariknya, sentimen positif dari bursa Amerika Serikat yang menghijau—dipicu oleh angin segar gencatan senjata di Timur Tengah—ternyata belum cukup kuat untuk memikat aliran modal masuk ke instrumen berbasis Indonesia. Para pelaku pasar tampaknya masih bersikap wait and see melihat fluktuasi sektoral yang terjadi saat ini.

United Tractors (UNTR): Loyalitas Dividen di Tengah Penurunan Laba

Kabar gembira datang dari raksasa alat berat, United Tractors (UNTR). Dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) terbarunya, perseroan resmi mengetok palu pembagian dividen final sebesar Rp1.096 per saham. Jika diakumulasikan dengan dividen interim, para pemegang saham akan mengantongi total Rp1.663 per saham untuk tahun buku 2025.

Berita Lainnya

Polemik Aturan SLIK Baru: Bos BTN Tegaskan Kelayakan KPR Tetap Jadi Wewenang Bank

Polemik Aturan SLIK Baru: Bos BTN Tegaskan Kelayakan KPR Tetap Jadi Wewenang Bank

Langkah ini tergolong berani mengingat UNTR mencatatkan penurunan laba bersih menjadi Rp15,17 triliun. Namun, dengan total kucuran dana mencapai Rp5,92 triliun, manajemen UNTR seolah menegaskan komitmennya untuk tetap menjadi emiten favorit pemburu dividen (dividend hunter). Pembayaran dividen ini dijadwalkan akan masuk ke rekening investor pada 18 Mei mendatang.

Ambisi Teladan Prima Agro (TLDN) Menuju 2026

Di sisi lain, Teladan Prima Agro (TLDN) tengah memasang kuda-kuda untuk lonjakan performa di masa depan. Tak tanggung-tanggung, TLDN telah menyiapkan belanja modal (capex) sebesar Rp600 miliar yang dialokasikan untuk tahun 2026. Fokus utama perseroan adalah memperkuat hilirisasi dan efisiensi energi melalui pembangunan kernel crushing plant dan biogas power plant.

Berita Lainnya

Prabowo Subianto Tegaskan Ketahanan Indonesia di Tengah Lonjakan Harga Energi Akibat Krisis Timur Tengah

Prabowo Subianto Tegaskan Ketahanan Indonesia di Tengah Lonjakan Harga Energi Akibat Krisis Timur Tengah

Manajemen TLDN menargetkan pertumbuhan produksi hingga 10% pada tahun tersebut. Selain pertumbuhan organik, mereka juga membuka pintu lebar-lebar untuk ekspansi anorganik guna menekan beban biaya operasional di tengah fluktuasi harga komoditas global.

Rekomendasi Saham Pilihan LajuBerita

Bagi Anda yang mencari peluang di tengah volatilitas pasar, berikut adalah rangkuman teknikal beberapa saham yang layak masuk dalam pantauan radar investasi Anda:

  • SMGR: Buy di area 2450-2480 (Target Price: 2530-2620, Stop Loss: 2350)
  • KEEN: Buy di area 890-900 (Target Price: 920-950, Stop Loss: 850)
  • NRCA: Buy di area 745-760 (Target Price: 780-800, Stop Loss: 705)
  • MSIN: Buy di area 940-950 (Target Price: 1000-1030, Stop Loss: 890)
  • ASLC: Buy di area 82-84 (Target Price: 86-88, Stop Loss: 78)

Disclaimer: Seluruh analisis dan rekomendasi ini bersifat informatif. LajuBerita mengingatkan bahwa keputusan investasi sepenuhnya merupakan tanggung jawab pribadi dengan mempertimbangkan profil risiko masing-masing.

Berita Lainnya

IHSG Terjun Bebas ke Level 6.900: Badai Royalti Minerba dan Ketidakpastian Global Hantam Pasar Modal

IHSG Terjun Bebas ke Level 6.900: Badai Royalti Minerba dan Ketidakpastian Global Hantam Pasar Modal
Reporter Nasional

Reporter Nasional

Mengulas berita politik dan sosial dari berbagai daerah di Indonesia.

Lihat semua artikel →

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *