Mandat Tegas Prabowo Subianto: Menjaga Marwah Danantara dan Benteng Rp 17.000 Triliun dari Kebocoran

Reporter Nasional | LajuBerita
24 Mei 2026, 08:47 WIB
Mandat Tegas Prabowo Subianto: Menjaga Marwah Danantara dan Benteng Rp 17.000 Triliun dari Kebocoran

LajuBerita — Di tengah hamparan tambak udang yang asri di Kebumen, Jawa Tengah, sebuah pesan fundamental bergaung kuat dari lisan Presiden Prabowo Subianto. Bukan sekadar urusan pangan, namun menyentuh jantung pertahanan ekonomi nasional. Presiden secara eksplisit memberikan peringatan keras kepada jajaran Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) untuk mengelola aset raksasa senilai Rp 17.000 triliun dengan penuh integritas dan kehati-hatian ekstra.

Pernyataan ini bukan tanpa alasan. Angka fantastis tersebut bukanlah sekadar deretan nol di atas kertas, melainkan representasi dari akumulasi kekayaan negara yang berasal dari keringat rakyat. Prabowo menekankan bahwa setiap rupiah yang menguap akibat inefisiensi atau praktik korupsi adalah pengkhianatan terhadap amanat publik. Dalam kunjungan kerja yang bertepatan dengan panen raya Budi Daya Udang Berbasis Kawasan (BUBK) tersebut, aura kepemimpinan Prabowo tampak sangat menekankan pada aspek pengawasan ketat terhadap investasi negara.

Berita Lainnya

Menembus Batas Samudra: Perjuangan Pertamina Menyalurkan Energi hingga Pelosok Terjauh Nusantara

Menembus Batas Samudra: Perjuangan Pertamina Menyalurkan Energi hingga Pelosok Terjauh Nusantara

Arsitektur Baru Pengelolaan Kekayaan Negara

LajuBerita mencatat bahwa pembentukan Danantara merupakan langkah strategis Pemerintah untuk melakukan transformasi radikal dalam tata kelola Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Saat ini, setidaknya terdapat 1.040 entitas perusahaan pelat merah yang berada di bawah payung besar Danantara. Dengan total aset yang hampir menyentuh angka US$ 1 triliun atau setara dengan Rp 17.000 triliun, Danantara diproyeksikan menjadi mesin pertumbuhan ekonomi yang masif.

“Yang dikelola ini tidak main-main, ada 1.040 BUMN. Nilainya hampir US$ 1 triliun, itu setara dengan Rp 17.000 triliun. Jadi harus diurus dengan sangat baik. Pak Dony dan seluruh staf, tolong jaga ini, jangan sampai ada kebocoran, jangan sampai uang itu menguap begitu saja. Ingat, itu adalah uang rakyat,” tegas Prabowo melalui saluran resmi Sekretariat Presiden pada Sabtu (23/5/2026).

Berita Lainnya

Gebrakan Strategis bank bjb: Susi Pudjiastuti Resmi Jabat Komisaris Utama di Bawah Kepemimpinan Dedi Mulyadi

Gebrakan Strategis bank bjb: Susi Pudjiastuti Resmi Jabat Komisaris Utama di Bawah Kepemimpinan Dedi Mulyadi

Presiden secara khusus memperkenalkan Dony Oskaria sebagai Chief Operating Officer (COO) Danantara sekaligus Kepala Badan Pengaturan BUMN. Penunjukan figur yang memiliki rekam jejak panjang di dunia korporasi ini diharapkan mampu membawa standar profesionalisme global ke dalam tubuh birokrasi pengelolaan aset negara.

Filosofi di Balik Nama Daya Anagata Nusantara

Lebih dari sekadar lembaga keuangan, Danantara memiliki beban filosofis yang mendalam. Prabowo menjelaskan bahwa nama “Daya Anagata Nusantara” dipilih dengan penuh pertimbangan. Dalam bahasa Sanskerta dan bahasa Indonesia klasik, ‘Daya’ melambangkan energi, kekuatan, dan kapasitas untuk bergerak. Sementara itu, ‘Anagata’ merujuk pada masa depan yang cerah atau apa yang akan datang.

Secara harfiah, Danantara adalah energi masa depan Nusantara. Lembaga ini dirancang sebagai *Sovereign Wealth Fund* (SWF) Indonesia yang tidak hanya mengejar profit jangka pendek, tetapi juga menjaga stabilitas kekayaan bangsa untuk generasi mendatang. Fokus utama Danantara adalah menjadi benteng pertahanan finansial yang mampu bersaing dengan lembaga pengelola dana abadi global seperti Temasek dari Singapura atau GIC.

Berita Lainnya

Dilema Peternak Ayam Petelur: Harga Anjlok di Tengah Melambungnya Biaya Pakan, Program MBG Jadi Harapan

Dilema Peternak Ayam Petelur: Harga Anjlok di Tengah Melambungnya Biaya Pakan, Program MBG Jadi Harapan

Pemanfaatan kekayaan bangsa ini ditujukan agar anak cucu kita tidak hanya mewarisi hutang, melainkan mewarisi modal pembangunan yang kuat. Prabowo ingin memastikan bahwa di masa depan, Indonesia memiliki kemandirian fiskal yang kokoh melalui pengelolaan investasi yang cerdas dan transparan.

Perang Melawan Kebocoran Anggaran

Isu mengenai kebocoran anggaran telah menjadi narasi konsisten yang dibawa Prabowo Subianto sejak lama. Dengan memegang kendali penuh atas ribuan BUMN, Danantara memiliki risiko yang sama besarnya dengan potensinya. Inefisiensi di level operasional, tumpang tindih regulasi, hingga praktik moral hazard menjadi tantangan nyata yang harus dihadapi oleh tim manajemen Danantara.

Dalam arahannya, Presiden menuntut adanya transparansi total. Beliau menginginkan sistem pengawasan yang mampu mendeteksi potensi penyimpangan sejak dini. Pengelolaan dana sebesar Rp 17.000 triliun membutuhkan sistem audit yang berlapis dan penggunaan teknologi finansial mutakhir untuk meminimalisir intervensi manusia yang merugikan. Bagi Prabowo, kebocoran uang rakyat adalah penghambat utama menuju cita-cita Indonesia Emas 2045.

Berita Lainnya

Strategi Besar Presiden Prabowo: Ekspansi Masif Proyek Hilirisasi di 13 Lokasi Strategis Indonesia

Strategi Besar Presiden Prabowo: Ekspansi Masif Proyek Hilirisasi di 13 Lokasi Strategis Indonesia

Menuju Standar Pengelolaan Kelas Dunia

LajuBerita melihat bahwa tantangan terbesar Danantara bukan hanya pada aspek teknis administrasi, melainkan pada transformasi budaya kerja. Mengubah pola pikir birokratis menjadi profesional-investatif di ribuan BUMN memerlukan tangan besi sekaligus visi yang jernih. Dony Oskaria dan timnya dibebani tanggung jawab untuk melakukan konsolidasi aset agar lebih produktif.

Prabowo berharap, dengan adanya sentralisasi pengawasan di bawah Danantara, koordinasi antar BUMN tidak lagi kaku. Sinergi antar perusahaan negara diharapkan mampu menciptakan nilai tambah yang signifikan bagi Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia. Jika dikelola dengan benar, profit dari investasi ini dapat digunakan untuk mendanai proyek-proyek strategis nasional tanpa terlalu bergantung pada pinjaman luar negeri.

Komitmen untuk Generasi Mendatang

Di akhir penyampaiannya di Kebumen, Prabowo kembali menegaskan bahwa segala upaya keras ini dilakukan demi masa depan. Beliau menyadari bahwa posisi Indonesia saat ini berada di persimpangan jalan krusial. Keberhasilan Danantara dalam mengelola aset US$ 1 triliun ini akan menentukan apakah Indonesia mampu melompat menjadi negara maju atau terjebak dalam perangkap pendapatan menengah.

“Ini adalah dana kedaulatan kita. Mereka mengelola kekayaan seluruh bangsa untuk kepentingan anak dan cucu kita semuanya,” pungkas Prabowo dengan nada optimis namun tetap penuh peringatan. Publik kini menanti langkah-langkah konkret dari Danantara dalam merealisasikan mandat besar tersebut, sembari terus mengawasi setiap gerak-gerik pengelolaan modal raksasa Indonesia tersebut agar tetap pada jalurnya yang benar.

Reporter Nasional

Reporter Nasional

Mengulas berita politik dan sosial dari berbagai daerah di Indonesia.

Lihat semua artikel →

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *