Geliat Sport Tourism: Pramono Anung Sebut BTN Jakarta International Marathon 2026 Sebagai Magnet Ekonomi Baru
LajuBerita — Di tengah riuhnya derap langkah ribuan pelari yang memadati aspal ibu kota, Jakarta kembali membuktikan taringnya sebagai panggung dunia. Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, dengan penuh optimisme menyatakan bahwa penyelenggaraan BTN Jakarta International Marathon (JAKIM) 2026 bukan sekadar ajang lari biasa. Baginya, gelaran prestisius ini adalah mesin pertumbuhan baru bagi sektor pariwisata dan roda perekonomian yang mampu membawa nama Jakarta sejajar dengan kota-kota global lainnya.
Transformasi Jakarta Menuju Destinasi Sport Tourism Dunia
Visi Jakarta untuk bertransformasi menjadi kota global kian nyata. Melalui ajang Jakarta International Marathon, ibu kota tidak lagi hanya dipandang sebagai pusat bisnis dan pemerintahan, melainkan juga sebagai destinasi unggulan sport tourism atau wisata olahraga. Pramono Anung menekankan bahwa konsistensi dalam menyelenggarakan acara olahraga berskala internasional secara profesional adalah kunci utama untuk meningkatkan daya saing kota di kancah internasional.
Jaminan Kesehatan Program Makan Bergizi Gratis: BPJS Siap Cover Selama Bukan KLB
“Jakarta memiliki potensi yang sangat besar. Dengan infrastruktur yang terus kita benahi, ajang seperti JAKIM menjadi bukti bahwa kita siap bersanding dengan Tokyo, London, atau New York dalam hal penyelenggaraan marathon tingkat dunia,” ujar Pramono dengan nada bangga saat ditemui usai melepas peserta kategori 10K di kawasan Stadion Utama Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta Pusat.
Multiplier Effect: Ketika Olahraga Menggerakkan Dompet Rakyat
Salah satu poin krusial yang disoroti oleh LajuBerita dalam pernyataan Gubernur adalah mengenai dampak pengganda atau multiplier effect. Penyelenggaraan event besar dengan puluhan ribu peserta tidak hanya memberikan kepuasan bagi para pecinta olahraga, tetapi juga memberikan napas baru bagi berbagai sektor usaha. Pramono merinci bahwa aliran ekonomi dari ajang ini masuk ke berbagai lini, mulai dari transportasi, perhotelan, hingga industri kuliner.
Catatan Gemilang Perbankan: OCBC Bukukan Laba Bersih Rp1,36 Triliun di Kuartal I 2026 dengan Strategi Pertumbuhan yang Prudent
Sektor ekonomi kreatif dan para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di sekitar jalur lari turut merasakan dampak positifnya. Dengan puluhan ribu orang berkumpul di satu titik, permintaan akan jasa transportasi dan konsumsi melonjak drastis. Hotel-hotel di sekitar pusat kota pun melaporkan tingkat okupansi yang meningkat signifikan selama akhir pekan pelaksanaan JAKIM 2026.
“Ini adalah bentuk nyata bagaimana kegiatan olahraga mampu menggerakkan ekonomi bawah. Pedagang kecil, penyedia jasa transportasi online, hingga pengusaha hotel semua merasakan manfaatnya. Inilah yang kita sebut sebagai pembangunan yang inklusif,” tambah Pramono.
Skala Internasional: Partisipasi 52 Negara di Aspal Jakarta
Keberhasilan JAKIM 2026 juga tercermin dari komposisi pesertanya. Berdasarkan data yang dihimpun LajuBerita, total ada sekitar 45.500 pelari yang memadati rute lari tahun ini. Yang menarik, ajang ini berhasil menarik minat 1.012 pelari mancanegara yang berasal dari 52 negara berbeda. Partisipasi internasional terbanyak tercatat datang dari negara tetangga seperti Malaysia dan Singapura, serta pelari dari Korea Selatan.
Drama 101 Menit di Ennio Tardini: Brace Donyell Malen Bawa AS Roma Tundukkan Parma Secara Dramatis
Kehadiran pelari asing ini bukan sekadar angka, melainkan validasi bahwa standar keamanan, sterilisasi jalur, dan kualitas pengorganisasian JAKIM telah diakui secara global. Kepercayaan dunia internasional ini sangat mahal harganya dan menjadi modal penting bagi Jakarta untuk terus menarik wisatawan mancanegara di masa depan.
Catatan Prestasi di Hari Pertama: Kejayaan Pelari Nasional
Pada hari pertama penyelenggaraan, Sabtu (13/6), atmosfer kompetisi sudah terasa sangat kental. Sebanyak 5.500 peserta bertarung di kategori 5K, sementara 15.000 peserta lainnya beradu cepat di kategori 10K. Podium juara diisi oleh wajah-wajah penuh peluh namun bercahaya karena kemenangan.
Di kategori 5K Putra Nasional, Pandu Sukarya berhasil mengukuhkan diri sebagai yang tercepat, disusul oleh Yad Hapizudin di posisi kedua dan Marselino Varelian Fallo di posisi ketiga. Sementara itu, di kategori 5K Putri, Marhaendrassiwi tampil dominan dan meraih podium utama, diikuti oleh Azizah Khusnul Qotimah dan Alicia Chantiqa.
Peta Kekuatan Grup H Piala Dunia 2026: Dominasi Spanyol dan Uruguay di Tengah Ancaman Kejutan
Persaingan di kategori 10K tidak kalah sengit. Rikki Marthin tampil luar biasa dan berhasil menduduki posisi puncak untuk sektor putra, mengungguli Immanuel dan Arif Hidayatullah. Untuk sektor putri 10K, nama Agustina Mardika keluar sebagai juara pertama, disusul oleh Irma Handayani di tempat kedua dan Farah Aurellia di posisi ketiga.
Menanti Puncak Acara: Half Marathon dan Marathon
Kemeriahan JAKIM 2026 belum berakhir. Pada hari kedua, Minggu (14/6), tantangan yang lebih berat telah menanti. Fokus utama akan beralih ke kategori elit, yakni Half Marathon yang diikuti oleh 16.400 pelari dan Full Marathon yang menantang daya tahan 8.600 pelari tangguh.
Para peserta dijadwalkan memulai langkah mereka dari titik ikonik Jakarta, Monumen Nasional (Monas), dan akan menaklukkan jalanan ibu kota hingga mencapai garis finish di Stadion Utama Gelora Bung Karno. Rute ini dirancang sedemikian rupa agar para pelari dapat menikmati keindahan arsitektur Jakarta, menjadikannya sebuah perjalanan naratif melintasi jantung kota global.
Komitmen Pemerintah Provinsi DKI Jakarta
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui kepemimpinan Pramono Anung menegaskan komitmennya untuk terus mendukung dan memperkuat penyelenggaraan ajang wisata olahraga serupa di masa mendatang. Keberhasilan sterilisasi jalur dan kesiapan infrastruktur pendukung dalam JAKIM 2026 menjadi standar baru bagi event-event selanjutnya.
“Saya meyakini, semakin banyak ajang berkualitas seperti ini digelar, semakin kuat pula posisi Jakarta sebagai kota global yang inklusif, kompetitif, dan berdaya saing tinggi. Kita ingin menunjukkan kepada dunia bahwa Jakarta adalah kota yang ramah, aman, dan penuh energi,” pungkas Pramono menutup pembicaraan dengan awak media.
Dengan berakhirnya rangkaian acara ini nantinya, diharapkan dampak positifnya tidak berhenti pada hari perlombaan saja, melainkan menjadi pemacu semangat bagi warga Jakarta untuk terus mengadopsi gaya hidup sehat sekaligus menjaga momentum kebangkitan ekonomi yang telah tercipta.