Lonjakan Harga Pangan Jelang Idul Adha 2026: Cabai Rawit Meroket ke Rp 73 Ribu, Daging Sapi Mulai Memanas
LajuBerita — Menjelang perayaan Hari Raya Idul Adha 1447 H yang jatuh pada akhir Mei 2026, dinamika pasar bahan pokok di tanah air mulai menunjukkan tren yang mengkhawatirkan bagi kantong masyarakat. Berdasarkan pantauan terbaru di berbagai pasar tradisional secara nasional, grafik harga sejumlah komoditas pangan utama terpantau merangkak naik secara signifikan. Fenomena ini seolah menjadi siklus tahunan yang terus berulang, di mana peningkatan permintaan masyarakat menjelang hari besar keagamaan seringkali tidak dibarengi dengan stabilitas pasokan yang memadai.
Sengatan Harga Cabai yang Kian Pedas
Salah satu kejutan paling mencolok dalam laporan harga pangan kali ini datang dari sektor bumbu dapur. Komoditas cabai, khususnya varietas rawit merah, mengalami lonjakan harga yang cukup drastis. Berdasarkan data terbaru dari Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Bank Indonesia per Minggu (24/5/2026), harga rata-rata nasional untuk cabai rawit merah kini telah menyentuh angka Rp 73.500 per kilogram. Kenaikan ini setara dengan lompatan sebesar 7,93% hanya dalam waktu singkat.
BBRI Tebar Dividen Rp52 Triliun, Simak Laju IHSG dan Strategi Ekspansi KPR BBTN
Tidak hanya cabai rawit, varietas cabai lainnya pun kompak menunjukkan tren serupa. Cabai merah keriting kini dibanderol di kisaran Rp 54.900 per kilogram, mengalami kenaikan sebesar 6,09%. Sementara itu, cabai rawit hijau juga tidak mau ketinggalan dengan kenaikan mencapai 7,44%, membawa harganya ke level Rp 54.150 per kilogram. Kondisi ini tentu menjadi pukulan bagi para pelaku usaha kuliner dan rumah tangga yang sangat bergantung pada komoditas pedas ini untuk konsumsi harian mereka.
Daging Sapi dan Minyak Goreng: Tren Kenaikan yang Terjaga
Memasuki periode persiapan Lebaran Kurban, harga daging sapi mulai menunjukkan pergerakan ke atas. Meskipun kenaikannya belum terlalu eksplosif, tren ini patut diwaspadai mengingat permintaan akan daging sapi diprediksi akan terus memuncak hingga hari H Idul Adha. Saat ini, daging sapi kualitas I terpantau berada di angka Rp 148.300 per kilogram, naik sekitar 0,41%. Sedangkan untuk kualitas II, harganya berada di posisi Rp 139.450 per kilogram.
Membasuh Dahaga Pemberdayaan: Langkah Strategis blu by BCA Digital Lewat Inisiatif blu For Her
Di sisi lain, sektor kebutuhan pokok lainnya seperti minyak goreng juga mengalami sedikit gejolak. Harga minyak goreng curah tercatat naik 0,24% menjadi Rp 20.600 per kilogram. Kenaikan ini, meski terlihat tipis, memberikan dampak psikologis bagi konsumen mengingat minyak goreng adalah komponen dasar dalam hampir setiap masakan Indonesia. Sementara itu, untuk minyak goreng kemasan bermerek, harga masih relatif stabil namun berada di level yang cukup tinggi, yakni di kisaran Rp 23.000 hingga Rp 24.000 per kilogram.
Stabilitas Beras di Tengah Gejolak Harga
Berita yang sedikit melegakan datang dari komoditas beras. Sebagai bahan makanan pokok utama, harga beras medium terpantau tetap stabil di angka Rp 16.150 per kilogram untuk kualitas I dan Rp 16.000 per kilogram untuk kualitas II. Stabilitas ini sangat krusial untuk menjaga daya beli masyarakat di lapisan terbawah agar tidak terlalu tertekan oleh kenaikan harga bumbu-bumbuan dan daging.
Tingkatkan Kredibilitas Bisnis: Kupas Tuntas SAK EP Batch 2 untuk Laporan Keuangan Profesional
Namun demikian, bagi konsumen yang memilih beras kualitas super, tetap harus merogoh kocek sedikit lebih dalam. Harga beras kualitas super I dilaporkan mengalami kenaikan tipis sebesar 0,29% menjadi Rp 17.450 per kilogram. Pergerakan harga beras ini terus dipantau secara ketat oleh Bank Indonesia melalui program pengawalan harga dari hulu ke hilir guna memastikan distribusi tetap lancar meskipun permintaan meningkat tajam menjelang libur panjang Idul Adha.
Daftar Lengkap Harga Pangan Nasional Hari Ini
Sebagai referensi bagi Anda sebelum berbelanja ke pasar, LajuBerita telah merangkum daftar harga pangan rata-rata nasional per 24 Mei 2026 berdasarkan data resmi PIHPS:
- Beras Medium I: Rp 16.150/kg (Stabil)
- Beras Medium II: Rp 16.000/kg (Stabil)
- Beras Kualitas Super I: Rp 17.450/kg (Naik 0,29%)
- Beras Kualitas Super II: Rp 16.950/kg (Stabil)
- Minyak Goreng Curah: Rp 20.600/kg (Naik 0,24%)
- Minyak Goreng Kemasan Bermerek 1: Rp 23.900/kg
- Minyak Goreng Kemasan Bermerek 2: Rp 23.100/kg
- Cabai Rawit Merah: Rp 73.500/kg (Naik 7,93%)
- Cabai Rawit Hijau: Rp 54.150/kg (Naik 7,44%)
- Cabai Merah Keriting: Rp 54.900/kg (Naik 6,09%)
- Cabai Merah Besar: Rp 57.550/kg (Naik 5,02%)
- Daging Sapi Kualitas 1: Rp 148.300/kg (Naik 0,41%)
- Daging Sapi Kualitas 2: Rp 139.450/kg (Naik 0,22%)
- Bawang Merah Sedang: Rp 48.350/kg (Naik 2%)
- Telur Ayam Ras Segar: Rp 30.500/kg (Turun 1,45%)
- Daging Ayam Ras Segar: Rp 38.500/kg (Turun 0,65%)
- Gula Pasir Lokal: Rp 19.150/kg (Turun 0,26%)
- Bawang Putih Sedang: Rp 38.650/kg (Turun 0,39%)
Analisis: Apa yang Menyebabkan Kenaikan Ini?
Melihat tren di atas, kenaikan yang terjadi pada sektor kenaikan harga pangan menjelang Idul Adha ini dipicu oleh beberapa faktor fundamental. Pertama adalah peningkatan permintaan musiman. Idul Adha identik dengan jamuan makan besar dan tradisi memasak daging kurban, yang secara otomatis meningkatkan permintaan akan bumbu dapur seperti cabai, bawang, dan minyak goreng.
Polemik Kebijakan DHE SDA: Menkeu Purbaya Balas Kritik Keras Pengusaha China yang Menyurati Presiden Prabowo
Faktor kedua adalah hambatan distribusi. Menjelang hari raya, seringkali terjadi pembatasan operasional angkutan barang di beberapa ruas jalan utama untuk memberikan prioritas pada arus mudik atau liburan, yang kemudian berdampak pada kecepatan pasokan sampai ke pasar-pasar tradisional. Meskipun pemerintah terus berupaya melakukan operasi pasar dan menjaga stok di gudang Bulog, dinamika harga di tingkat pedagang eceran seringkali sulit dibendung sepenuhnya.
Langkah Antisipasi Masyarakat
Menghadapi situasi ini, para pengamat ekonomi menyarankan agar masyarakat mulai melakukan manajemen belanja yang lebih bijak. Membeli kebutuhan pokok jauh-jauh hari atau mencari alternatif toko yang menawarkan harga lebih bersaing bisa menjadi solusi jangka pendek. Selain itu, pemerintah diharapkan terus memperkuat koordinasi dengan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) untuk memastikan tidak ada spekulan yang memanfaatkan momentum ini untuk menimbun barang.
Seiring dengan mendekatnya hari H Idul Adha 2026, pengawasan harga pangan menjadi krusial agar inflasi tetap terkendali dan kesejahteraan masyarakat tetap terjaga. Pantau terus perkembangan harga pangan terbaru hanya di LajuBerita untuk mendapatkan informasi paling aktual dan akurat langsung dari sumber terpercaya.