Prabowo Subianto Sapa Ribuan Warga Madura, Tutup Munas Alim Ulama NU dengan Pesan Persatuan Bangsa

Redaksi LajuBerita | LajuBerita
23 Jun 2026, 14:46 WIB
Prabowo Subianto Sapa Ribuan Warga Madura, Tutup Munas Alim Ulama NU dengan Pesan Persatuan Bangsa

LajuBerita — Kehadiran Presiden Prabowo Subianto di Pulau Madura membawa angin segar sekaligus antusiasme luar biasa dari masyarakat setempat. Pada Selasa siang, Kabupaten Bangkalan menjadi saksi sejarah saat orang nomor satu di Indonesia tersebut menginjakkan kaki di Institut Agama Islam (IAI) Syaichona Mohammad Cholil. Agenda utamanya adalah menutup secara resmi gelaran Musyawarah Nasional (Munas) Alim Ulama dan Konferensi Besar (Konbes) Nahdlatul Ulama (NU) Tahun 2026 yang telah berlangsung dengan khidmat.

Riuh Rendah Sambutan Hangat Masyarakat Bangkalan

Sejak pagi hari, aroma antusiasme sudah tercium di sepanjang jalan menuju kampus IAI Syaichona Mohammad Cholil. Ribuan warga dari berbagai usia memadati tepian jalan, membentuk barisan panjang yang seolah tak terputus. Mereka menanti momen langka untuk melihat langsung sosok pemimpin negara yang dikenal dengan gaya kepemimpinannya yang tegas namun dekat dengan rakyat.

Berita Lainnya

Sambut Libur Sekolah, Menpar Widiyanti Pastikan Prambanan dan Stasiun Tugu Siap Manjakan Wisatawan

Sambut Libur Sekolah, Menpar Widiyanti Pastikan Prambanan dan Stasiun Tugu Siap Manjakan Wisatawan

Pemandangan menarik terlihat saat mobil kepresidenan Maung Garuda, kendaraan taktis buatan dalam negeri yang menjadi identitas kebanggaan pemerintahan saat ini, perlahan melintasi kerumunan. Tidak sekadar duduk di dalam kabin, Presiden Prabowo Subianto tampak muncul dari atap kendaraan, melambaikan tangan, dan melemparkan senyum hangat kepada masyarakat yang meneriakkan namanya dengan penuh semangat. Interaksi natural ini menciptakan ikatan emosional yang kuat antara pemimpin dan rakyatnya di Bumi Dzikir dan Shalawat tersebut.

Penyambutan Hangat dari Jajaran Petinggi PBNU

Tepat pada pukul 13.50 WIB, rombongan kepresidenan tiba di area utama IAI Syaichona Mohammad Cholil. Kedatangan Presiden Prabowo disambut langsung oleh jajaran teras Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU). Terlihat Rais ‘Aam PBNU KH Miftachul Akhyar, Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya), serta Sekretaris Jenderal PBNU Saifullah Yusuf (Gus Ipul) menyalami Presiden dengan penuh keakraban.

Berita Lainnya

Eskalasi di Perbatasan: Hizbullah Klaim Lancarkan 20 Operasi Militer Masif Menghantam Posisi Israel

Eskalasi di Perbatasan: Hizbullah Klaim Lancarkan 20 Operasi Militer Masif Menghantam Posisi Israel

Sinergi antara pemerintah dan organisasi kemasyarakatan Islam terbesar di Indonesia ini memang terus diperkuat. Kehadiran Presiden di acara Munas Alim Ulama menunjukkan pengakuan negara terhadap peran vital para ulama dalam menjaga stabilitas nasional. Para tokoh PBNU kemudian mendampingi Presiden menuju ruang utama acara, di mana jajaran menteri kabinet dan pejabat tinggi negara lainnya telah bersiap menyambut.

Deretan Menteri Kabinet Merah Putih Turut Mendampingi

Kehadiran Presiden Prabowo di Bangkalan tidaklah sendirian. Ia didampingi oleh barisan menteri yang mencerminkan prioritas kerja pemerintah saat ini. Terpantau hadir Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), serta Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan. Kehadiran kedua Menko ini memberi sinyal kuat bahwa Madura masuk dalam radar pembangunan infrastruktur dan ketahanan pangan nasional.

Berita Lainnya

Keajaiban di Houston: Taktik Cerdas Sebastien Desabre Bawa DR Kongo Tahan Imbang Portugal

Keajaiban di Houston: Taktik Cerdas Sebastien Desabre Bawa DR Kongo Tahan Imbang Portugal

Selain itu, tampak pula Menteri ATR/BPN Nusron Wahid, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, Menteri Agama Nasaruddin Umar, serta Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Arifah Fauzi. Tak ketinggalan, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi dan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya selalu sigap di sisi Presiden. Keamanan acara juga dipantau langsung oleh Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto dan Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo, didampingi Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa.

Munas Alim Ulama: Fondasi Menuju Muktamar Ke-35 PBNU

Acara dimulai dengan penuh khidmat melalui kumandang lagu kebangsaan Indonesia Raya yang disusul dengan Mars NU, Syubbanul Wathon. Suasana patriotisme dan religiusitas menyatu, menciptakan aura positif di dalam ruangan. Munas Alim Ulama dan Konbes NU kali ini bukanlah sekadar pertemuan rutin. Ini adalah agenda strategis nasional yang menjadi tonggak utama menuju perhelatan akbar Muktamar Ke-35 PBNU yang direncanakan berlangsung pada 1-5 Agustus 2026 mendatang.

Berita Lainnya

Pesan Tegas Menhan Sjafrie Sjamsoeddin: ASN Komcad Harus Jadi Benteng Birokrasi dari Ancaman ‘Deep State’

Pesan Tegas Menhan Sjafrie Sjamsoeddin: ASN Komcad Harus Jadi Benteng Birokrasi dari Ancaman ‘Deep State’

Dalam sambutannya, Presiden Prabowo menekankan pentingnya peran ulama sebagai kompas moral bagi bangsa. Ulama dan pemerintah diharapkan dapat berjalan beriringan dalam menghadapi tantangan global yang semakin kompleks. Munas ini menjadi ruang bagi para kiai dan cendekiawan NU untuk merumuskan solusi atas berbagai persoalan umat, mulai dari masalah ekonomi kerakyatan hingga pelestarian nilai-nilai toleransi di tengah keberagaman.

Misi Infrastruktur: Resmikan Jalan Ribuan Kilometer di Sampang

Sebelum mencapai Bangkalan, Presiden Prabowo terlebih dahulu melakukan kunjungan kerja penting di Kabupaten Sampang. Di sana, ia meresmikan proyek pembangunan jalan daerah yang mencakup total panjang mencapai 1.151 kilometer. Proyek ambisius ini merupakan realisasi dari Instruksi Presiden Jalan Daerah (IJD) yang bertujuan untuk mengoneksikan wilayah-wilayah terpencil dengan pusat ekonomi.

Dalam keterangannya, Presiden menegaskan bahwa konektivitas jalan adalah kunci utama untuk menurunkan biaya logistik yang selama ini menjadi beban bagi masyarakat desa. Dengan infrastruktur yang mumpuni, hasil bumi dari Madura dapat didistribusikan dengan lebih cepat dan efisien ke pasar-pasar besar. Hal ini selaras dengan janji kampanye Prabowo untuk terus meningkatkan alokasi anggaran pembangunan hingga ke tingkat desa, demi memastikan keadilan ekonomi yang merata di seluruh pelosok Indonesia.

Harapan Besar dari Bumi Madura

Kunjungan kerja Presiden ke Madura kali ini memberikan pesan yang sangat jelas: Pemerintah tidak hanya fokus pada pembangunan fisik melalui aspal dan beton, tetapi juga sangat menghargai pembangunan karakter bangsa melalui kolaborasi dengan para ulama. Penutupan Munas Alim Ulama NU oleh Presiden sendiri menjadi simbol kuat bahwa negara hadir dan mendengarkan aspirasi dari pesantren dan masyarakat religius.

Bagi warga Bangkalan dan Sampang, kehadiran Presiden Prabowo Subianto adalah bentuk nyata perhatian pemerintah pusat terhadap Pulau Garam. Masyarakat berharap, momentum ini menjadi titik balik bagi percepatan pembangunan di Madura, baik dari segi ekonomi syariah, pendidikan pesantren, maupun infrastruktur penunjang kehidupan sehari-hari.

Kegiatan yang berlangsung di IAI Syaichona Mohammad Cholil ini pun berakhir dengan doa bersama untuk kemajuan bangsa. Presiden Prabowo meninggalkan lokasi dengan iringan lambaian tangan warga yang tak lelah menunggu di sepanjang jalur kepulangan, menandai berakhirnya kunjungan kerja yang penuh makna di tanah Madura.

Redaksi LajuBerita

Redaksi LajuBerita

Tim redaksi LajuBerita mengkurasi dan menulis berita terbaru dari berbagai sumber terpercaya di Indonesia.

Lihat semua artikel →

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *