Revolusi Ibadah di Era Digital: Kurban Praktis Mulai Rp 2,45 Juta Lewat Aplikasi Bank Aladin Syariah

Reporter Nasional | LajuBerita
16 Mei 2026, 15:03 WIB
Revolusi Ibadah di Era Digital: Kurban Praktis Mulai Rp 2,45 Juta Lewat Aplikasi Bank Aladin Syariah

LajuBerita — Seiring dengan kemajuan teknologi yang kian pesat, batasan antara kebutuhan spiritual dan kemudahan digital kini semakin menipis. Memasuki momentum hari raya Idul Adha tahun 2026, masyarakat Indonesia disuguhkan dengan terobosan baru yang mengubah wajah tradisi tahunan menjadi lebih efisien. Kini, menunaikan ibadah ibadah kurban tidak lagi mengharuskan seseorang untuk berpanas-panasan meninjau kandang atau terjebak dalam hiruk-pikuk pasar hewan yang padat.

Melalui kolaborasi strategis antara PT Bank Aladin Syariah Tbk dengan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI, sebuah solusi mutakhir lahir melalui fitur digital bernama Ala Berbagi. Inovasi ini memungkinkan siapa saja untuk memilih, membeli, hingga menyalurkan hewan kurban hanya dengan beberapa sentuhan di layar ponsel pintar. Dengan harga yang kompetitif mulai dari Rp 2,45 juta, akses terhadap ibadah ini kini menjadi lebih inklusif bagi berbagai lapisan masyarakat.

Berita Lainnya

India Terancam Lumpuh: Blokade Selat Hormuz oleh AS Cekik Stok Minyak Hingga Tersisa 30 Hari

India Terancam Lumpuh: Blokade Selat Hormuz oleh AS Cekik Stok Minyak Hingga Tersisa 30 Hari

Kemudahan Transaksi dalam Fitur Ala Berbagi

Layanan yang terintegrasi di dalam aplikasi Bank Aladin Syariah ini dirancang untuk memberikan pengalaman yang transparan dan amanah. Nasabah tidak perlu lagi merasa khawatir mengenai kualitas hewan kurban yang mereka beli. Melalui fitur Ala Berbagi-Kurban, pengguna diberikan otoritas penuh untuk memilih jenis hewan yang sesuai dengan kemampuan finansial dan preferensi mereka.

Pilihan yang ditawarkan sangat beragam, mulai dari kategori domba atau kambing standar dengan banderol harga Rp 2,45 juta, hingga opsi sapi premium seharga Rp 21 juta untuk satu ekor penuh. Proses pembayarannya pun dirancang sedemikian rupa agar selesai dalam hitungan detik. Setelah transaksi tervalidasi, sistem secara otomatis akan mengirimkan bukti pembayaran serta sertifikat kurban melalui kanal digital seperti email dan WhatsApp, memastikan nasabah memiliki catatan administrasi yang sah dan cepat.

Berita Lainnya

Kemenkeu Tegaskan Pernyataan Viral Menkeu Purbaya Usir Investor Asing Adalah Hoaks: Ini Fakta Sebenarnya!

Kemenkeu Tegaskan Pernyataan Viral Menkeu Purbaya Usir Investor Asing Adalah Hoaks: Ini Fakta Sebenarnya!

Komitmen Terhadap Prinsip Syariah dan Sosial

Presiden Direktur Bank Aladin Syariah, Koko Tjatur Rachmadi, menegaskan bahwa inisiatif ini bukan sekadar mengejar aspek fungsionalitas teknologi semata. Menurutnya, kurban adalah manifestasi ketaatan kepada Sang Pencipta yang sekaligus menjadi jembatan kepedulian antar sesama manusia. Kerja sama dengan BAZNAS RI merupakan wujud nyata komitmen bank dalam menghadirkan layanan keuangan syariah yang modern namun tetap berakar kuat pada nilai-nilai kebaikan.

“Melalui kolaborasi ini, kami berharap hambatan geografis dan waktu bukan lagi menjadi kendala bagi masyarakat untuk berbagi kebahagiaan. Layanan ini kami pastikan nyaman, aman, dan dapat dipercaya sepenuhnya. Kami ingin kurban digital ini memberikan dampak sosial yang lebih luas, selaras dengan semangat ‘Kurban Berkah Berdayakan Desa’,” ujar Koko dalam keterangannya yang diterima redaksi baru-baru ini.

Berita Lainnya

Rekor Kelam Sejarah Ekonomi: Dolar AS Jebol Rp 17.500, Rupiah Menghadapi Tekanan Hebat

Rekor Kelam Sejarah Ekonomi: Dolar AS Jebol Rp 17.500, Rupiah Menghadapi Tekanan Hebat

Program Kurban Berkah Berdayakan Desa 2026

Salah satu nilai tambah yang membedakan program ini dengan pembelian hewan kurban konvensional adalah integrasi dengan program pemberdayaan masyarakat. BAZNAS RI mengusung konsep di mana hewan kurban yang dibeli nasabah berasal dari balai-balai ternak binaan yang dikelola oleh para peternak mustahik di berbagai penjuru nusantara. Artinya, setiap rupiah yang dikeluarkan nasabah tidak hanya memenuhi syarat ibadah, tetapi juga menjadi modal bagi pemberdayaan ekonomi di pedesaan.

Dengan mekanisme ini, peternak lokal mendapatkan kepastian pasar dan harga yang adil. Rantai distribusi yang pendek memastikan keuntungan yang lebih besar bagi mereka yang benar-benar membutuhkan, sekaligus memastikan hewan yang disalurkan adalah hewan sehat yang dirawat dengan standar yang baik. Hal ini menciptakan ekosistem ekonomi mikro yang sehat di tingkat desa.

Berita Lainnya

Prabowo Menggebrak: Lahan Negara yang Diserobot Pihak Luar Bakal Disulap Jadi Hunian Rakyat

Prabowo Menggebrak: Lahan Negara yang Diserobot Pihak Luar Bakal Disulap Jadi Hunian Rakyat

Jaminan Keamanan: Aman Syar’i, Aman Regulasi, Aman NKRI

Wakil Ketua BAZNAS RI, Zainut Tauhid Sa’adi, memberikan apresiasi tinggi atas sinergi yang terjalin. Beliau menekankan bahwa dalam ibadah kurban, aspek kepercayaan dan kepatuhan terhadap syariat adalah prioritas utama. Dengan hadirnya fitur kurban di aplikasi Bank Aladin, masyarakat mendapatkan kepastian bahwa dana yang mereka setorkan dikelola oleh lembaga resmi negara yang memiliki transparansi tinggi.

“Kecepatan adalah satu hal, tetapi kepatuhan pada aturan adalah hal lain yang tak kalah penting. Kami menjamin bahwa pengelolaan hewan kurban ini memenuhi prinsip ‘Aman Syar’i, Aman Regulasi, dan Aman NKRI’. Kami sangat berterima kasih kepada Bank Aladin yang telah membuka jalan kemudahan ini bagi umat,” ungkap Zainut dalam sebuah acara serah terima simbolis di Jakarta.

Potensi Raksasa Ekonomi Kurban Nasional

Jika melihat data yang dirilis oleh BAZNAS RI, potensi ekonomi dari ibadah kurban di Indonesia sangatlah fantastis. Pada tahun 2025 saja, nilai ekonomi kurban diproyeksikan mampu menyentuh angka Rp 34,85 triliun. Angka ini merupakan sinyal kuat bahwa jika dikelola dengan profesional dan berbasis digital, ekonomi umat dapat menjadi motor penggerak kesejahteraan nasional yang sangat signifikan.

Lonjakan minat terhadap platform digital diperkirakan akan terus meningkat seiring dengan perubahan perilaku konsumen yang menginginkan segalanya serba instan namun tetap bernilai ibadah. Bank Aladin Syariah melihat peluang ini sebagai bagian dari pertumbuhan ekosistem ekonomi syariah yang lebih inklusif dan berkelanjutan.

Kinerja Solid Bank Aladin Syariah

Di balik inovasi fitur Ala Berbagi, Bank Aladin Syariah sendiri menunjukkan performa bisnis yang sangat impresif. Hingga penghujung Desember 2025, bank digital syariah pertama di Indonesia ini berhasil membukukan laba sebesar Rp 150,7 miliar. Prestasi ini didukung oleh total aset yang kini mencapai Rp 14,4 triliun.

Pertumbuhan basis pengguna pun menunjukkan tren positif yang signifikan. Jumlah nasabah aktif tercatat tumbuh sebesar 35,5% secara tahunan (year-on-year). Angka-angka ini membuktikan bahwa kepercayaan publik terhadap model bisnis bank syariah digital semakin kokoh, menjadikannya fondasi yang kuat untuk terus meluncurkan program-program kemaslahatan di masa depan.

Bagi Anda yang berencana untuk menunaikan kurban tahun ini, kemudahan sudah berada di depan mata. Melalui aplikasi yang user-friendly dan jaringan distribusi BAZNAS yang luas, ibadah kurban kini tidak hanya menjadi sekadar ritual, melainkan sebuah gerakan kolektif untuk membangun ekonomi Indonesia dari pinggiran, satu hewan kurban pada satu waktu.

Reporter Nasional

Reporter Nasional

Mengulas berita politik dan sosial dari berbagai daerah di Indonesia.

Lihat semua artikel →

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *